Seremonial pelepasan ekspor perdana ayam olahan PT Charoen Pokphand Indonesia Food Division | Foto : Istimewa

Kementan Lepas Ekspor Perdana Ayam Olahan Produksi Charoen Pokphand ke Papua Nugini

15 Maret 2017

Moneter.co.id - PT Charoen Pokphand Indonesia Food Division melakukan langkah ekspor perdana ayam olahan ke Papua Nugini. Ekspor perdana ini merupakan langkah awal perseroan dalam membuka peluang besar dalam merambah ke pasar ekspor internasional.

"Kami meyakini, hari ini adalah awal baru bagi Charoen Pokphand untuk merambah ke pasar ekspor olahan ayam, dan ini juga menjadi peluang besar ke pasar ekspor dunia," kata Presiden Komisaris PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) T Hadi Gunawan dalam keterangan pers yang dikirim ke Moneter.co.id, Rabu (15/3). 

Pelepasan ekspor perdana tersebut dilakukan Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Inovasi dan Teknologi Pertanian Mat Syukur. Acara pelepasan berlangsung pada Senin (13/3) dan dilaksanakan di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten. 

Mat Syukur mengatakan, pihaknya bersyukur bahwa produk olahan CPI sudah menembus pasar Papua Nugini. “Kiriman perdana akan kami lepas sebanyak 1.000 karton, dengan berat bersih sekitar 6.000 kilogram atau seukuran kontainer 20 kaki. Semoga ekspor produk ke Jepang dan Vietnam berikutnya bisa segera direalisasikan,” ujar dia.. 

Sekedar informasi, Charoen Pokphand Indonesia Food Division merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri pengolahan makanan, pengolahan daging ayam dan termasuk unit-unit cold storage.  

Charoen Pokphand Indonesia Food Division memiliki merek dagang andalan, yaitu Fiesta dan Champ, serta kelas premium yaitu Golden Fiesta. Produk makanan beku yang rata-rata berbahan dasar dari daging ayam olahan ini mudah didapatkan di swalayan-swalayan terdekat dan digemari oleh konsumen Indonesia.    

Di satu sisi, CPI adalah salah satu perusahaan yang telah memperoleh Sertivikasi NKV (Nomor kontrol Veteriner) yang merupakan penjaminan pemerintah terhadap keamanan produk hewan. 

Ayam yang dipotong dan diolah CPI berasal dari peternakan yang telah menerapkan prinsip animal welfare dan sistem kompartemen bebas AI. Hal itu yang membuat Ditjen PKH telah mengeluarkan sertifikasi.

Santo Kadarusman selaku public relations dan marketing event manager CPI menambahkan, perkembangan terakhir tim auditor dari Jepang telah datang untuk melakukan audit pada Februari lalu. Hasil audit itu telah melakukan pemeriksaan terhadap CPI. 

“Standar keamanan pangan Jepang sangat tinggi. Bisa menembus persyaratan itu memperlihatkan bahwa unit produksi ayam olahan di CPI memiliki standar produksi yang baik. CPI akan mampu mengekspor tidak hanya ke Jepang, tetapi dapat menembus ke negara lain juga seperti, Malaysia dan Saudi Arabia yang membutuhkan produk halal,” jelas dia.

Reporter : Inka