Istimewa

Pekan Terakhir, Dana Repatriasi Masuk BNI Rp 11 Triliun

31 Maret 2017

Moneter.co.id - PT. Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BNI) memperoleh dana repatriasi sebesar Rp11 triliun sampai dengan 23 Maret 2017 atau pekan terakhir program tax amnesty.

Direktur Utama BNI Ahmad Baiquni mengatakan, dana repatriasi tersebut hingga kini masih "setia" mengendap di produk perbankan dan produk investasi BNI dan anak usaha. "Kalau terus semuanya bertahan itu akan sangat membantu likuiditas," ucap Baiquni di Jakarta, Kamis (30/3)

Dana tersebut sebagian besar diinvestasikan melalui produk deposito. Persero memang membutuhkan banyak alternatif pendanaan, mengingat kredit perseroan tahun ini ditargetkan tumbuh cukup ekspansif di sekitar 15-17 persen (year on year/yoy).

Selain dari dana repatriasi, BNI sudah menerbitkan sertifikat deposito (Negoitable Certificate Deposit/NCD) hingga Rp4,7 triliun untuk menambah pendanaan. Di pipeline perseroan, terdapat pula rencana menerbitkan obligasi hingga Rp10 triliun dalam dua tahun mendatang.

Sedangkan untuk dana tebusan amnesti pajak, Baiquni merinci, BNI sudah menyalurkan Rp12 triliun ke Ditjen Pajak Kementerian Keuangan.

Berdasarkan data Ditjen Pajak Kemenkeu, total dana repatriasi yang sudah masuk adalah Rp112 triliun, dari komitmen peserta amnesti pajak di periode I dan II sampai dengan 31 Desember 2016 sebesar Rp141 triliun.

Rep.TOP