Istimewa

Misi Dagang Kemendag ke Rusia, Enggar: Hasilkan Perjanjian-perjanjian Prospektif

10 Agustus 2017

Moneter.co.id - Misi dagang Kementerian Perdagangan (Kemendag) ke Rusia diharapkan mampu menggenjot ekspor nonmigas kedua negara pada tahun 2017 ditargetkan meningkat 20,87% atau sebesar USD 1,52 miliar. Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita pada Konferensi Pers Hasil Misi Dagang Kemendag ke Rusia di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (10/8).

"Peningkatan target tersebut untuk menunjang target peningkatan ekspor nonmigas pada tahun 2017 sebesar 5,6%. Misi dagang ini juga dimaksudkan untuk memperluas akses pasar ke mitra nontradisional, khususnya Rusia dan negara-negara Eurasia," jelas Mendag.

Salah satu hasil yang dicapai yaitu kesepakatan beberapa transaksi dagang minyak kelapa sawit antara pengusaha Indonesia dan pengusaha Rusia dengan jumlah total 90.000 ton per bulan. Kesepakatan ini terjadi pada Forum Bisnis Kelapa Sawit yang berlangsung pada Kamis lalu (3/8) di Hotel Mercure Moskow Paveletskaya.

Forum yang berperan sebagai ajang diplomasi sawit Indonesia ini dikoordinasikan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan beberapa asosiasi kelapa sawit di Indonesia. Lebih dari 100 peserta dari asosiasi serta importir di sektor makanan dan kelapa sawit, akademisi, dan media di Rusia hadir dalam forum ini. 

Mendag Enggar menyampaikan kepada peserta forum bahwa produk minyak kelapa sawit Indonesia telah memenuhi aspek kesehatan, higienitas, dan kebersihan. "Produk minyak kelapa sawit Indonesia merupakan yang terbaik di dunia ini juga terjamin dari sisi keberlanjutan," ucapnya

Selain itu, Mendag Enggar juga melakukan pertemuan bilateral dengan Deputi Menteri Perdagangan dan Perindustrian Rusia. Dalam pertemuan tersebut, baik Indonesia dan Rusia menyatakan ketertarikannya untuk memperdalam hubungan perdagangan dan investasi.

Mendag juga menyaksikan penandatanganan MoU dalam rangka implementasi program imbal beli dalam kerangka kontrak pengadaan pesawat tempur Sukhoi SU-35 antara Rostec dan PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia.

Kemudian, Mendag juga menghadiri Indonesia-Russia Business and Investment Forum, yang menjadi wadah pertukaran informasi mengenai iklim bisnis dan investasi di Indonesia di Hotel Intercontinental Moskow. Forum dihadiri lebih dari 300 peserta dari kedua negara. 

Di forum tersebut Mendag mengajak para pengusaha Rusia untuk menjalin kerja sama, tidak hanya di sektor perdagangan, tapi juga investasi. Mendag juga menyampaikan kebijakan Indonesia dalam hal reformasi regulasi yang menekankan pada 'keterbukaan' dan 'daya saing'.

Selain dengan Rusia, Mendag juga menjajaki peluang kerja sama dengan negara-negara Eurasia (Rusia, Belarusia, Armenia, Kazakhstan, dan Krgystan) melalui pertemuan bilateral dengan Menteri Integrasi dan Makro Economi Eurasia Economic Commission (EEC). Kedua Menteri sepakat untuk segera menyusun MoU untuk mendorong sebagai langkah awal pendorong perdagangan Indonesia dengan Eurasia dan kemungkinan merundingkan FTA antara Indonesia dan Eurasia.

Mendag Enggar bersama dengan delegasi Indonesia juga menghadiri Pembukaan Festival Indonesia, yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan hari jadi Indonesia yang ke-72. Festival diselenggarakan di Hermitage Garden, Moskow. Festival Indonesia berfungsi sebagai nation branding, yang tidak hanya menampilkan kebudayaan Indonesia tetapi juga mempromosikan produk-produk unggulan Indonesia kepada masyarakat Rusia.

Tercatat lebih dari 90 ribu orang mengunjungi festival ini dan sebanyak 70 booth pameran yang diisi oleh pelaku usaha dan Pemerintah. Area pameran produk Indonesia dalam festival ini dibagi dua, yaitu area business matching dan area ritel. Terdapat juga sesi one-on-one business meeting, yang menghasilkanbeberapa kesepakatan.

Selain itu, Mendag Enggar juga meninjau Paviliun Indonesia yang berada di Food City Moskow. Sejak soft launching Paviliun Indonesia di Food City pada bulan April 2017 lalu, telah tercatat 26 pesanan (enquiry) dari pembeli Rusia, Uzbekistan, dan Kazakhstan untuk produk kopi, kelapa sawit, dan mi instan. 

"Semoga Food City dapat menjadi gerbang ekspor makanan dan minuman halal Indonesia ke wilayah Eurasia, sekaligus menjadi model percontohan pusat distribusi di dalam negeri," pungkas Mendag Enggar.

Rusia merupakan mitra dagang Indonesia ke-23. Nilai total perdagangan Indonesia–Rusia tahun 2016 tercatat USD 2,11 miliar, dan Indonesia mendapat surplus USD 410,9 juta yang seluruhnya berasal dari surplus sektor nonmigas. 

Ekspor nonmigas Indonesia tercatat USD 1,26 miliar, sedangkan impor nonmigas Indonesia dari Rusia tercatat USD 850,6 miliar. Adapun perkembangan ekspor nonmigas Indonesia ke Rusia tahun 2012-2016 tercatat positif 8,5%. (Top)