Istimewa

Mahfud MD: Kematian Johannes Bukan Kendala KPK Berantas Korupsi e-KTP

16 Agustus 2017

Moneter.co.id - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD meyakini kematian Johannes Marliem tidak menjadi kendala bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi e-KTP yang turut menjerat Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

"Saya yakin masih banyak cadangan bukti-bukti. Jangan sampai menyebabkan kasus itu terhenti karena korupsinya sudah jelas ada," kata Mahfud, Selasa (15/8).

"Johannes Marliem disebut sebagai saksi kunci tetapi pasti masih banyak (bukti) karena ketika seseorang dinyatakan sebagai tersangka itu minimal punya dua alat bukti dan saya dengar KPK punya lebih dari 60 alat bukti," ucap Mahfud. 

Oleh karena itu, Mahfud meminta pengusutan megakorupsi itu tak terhambat oleh kematian Johannes. Sementara untuk bukti rekaman yang dimiliki Johannes, hanya merupakan salahsatu bukti yang dimiliki KPK

"Jadi sekarang tinggal orangnya (Novanto) saja yang ditangkap dan itu tugasnya pengadilan," kata Mahfud.

Sekedar informasi, Johannes Marliem adalah direktur Biomorf Lone LCC Amerika Serikat (AS), perusahaan penyedia layanan teknologi biometrik. 

Ia dikabarkan tewas di AS diduga akibat luka tembak. Johannes adalah penyedia alat Automatic Fingerprint Identification System (AFIS) dalam proyek KTP elektronik dan belum sempat dihadirkan untuk bersaksi pada persidangan. 

Johannes juga disebut-sebut sebagai saksi penting untuk membongkar kasus megakorupsi e-KTP. 

Kepada media, Johannes mengaku memiliki rekaman pertemuan dengan para perancang proyek e-KTP yang turut dihadiri Setya Novanto. (Hap)