Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan | Foto: Istimewa

Soal Kontrak Proyek 35 Ribu MW, Jonan: Tahun Depan Selesai

16 Agustus 2017

Moneter.co.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan target kontrak dari proyek 35.000 MW dapat diselesaikan pada tahun 2018. 

"Saya yakin 2018, seluruhnya (35.000 MW) sudah kontrak, paling lambat awal 2019," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan di Jakarta, Selasa, (15/8).

Pemerintah akan memberikan perhatian khusus pada program percepatan 35.000 MW sehingga program tersebut dapat terus berjalan dan dapat diselesaikan. 

Ditargetkan pada 2018 atau paling lambat awal 2019, semua kontrak 35.000 MW sudah sudah ditandatangani. 

Jonan menambahkan, Pemerintah akan mencoba menyelesaikan target 35.000 MW total ini sampai 2024-2025. "Ini jalan terus, mudah-mudahan (tahun) 2019 kira-kira 19.000 sampai 20.000 (MW) sudah berjalan," ucapnya.

Jonan menjelaskan, dulu estimasi awal 35.000 MW akan selesai dalam lima tahun bila pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai tujuh sampai delapan persen, namun sekarang faktanya dalam tiga tahun ini pertumbuhan ekonomi hanya lima persen, sehingga wajar bila 35.000 MW mengalami perlambatan.

"Indonesia bagian dari ekonomi global, perlambatan pertumbuhan berpengaruh, tidak mungkin akan naik sendiri," jelasnya.

Sebelumnya dalam laporan capaian semester subsektor ketenagalistikan (4/8) dilaporkan progress pelaksanaan program 35.000 MW hingga semester I tahun 2017 yang sudah COD/komisioning 768 MW, konstruksi 14.193 MW, PPA belum konstruksi 8.550 MW, pengadaan 5.155 MW dan perencanaan 7.170 MW. 

Pemerintah juga terus membenahi pengaturan pokok-pokok Power Purchase Agreement (PPA), subsidi listrik tepat sasaran, hingga permasalahan penyediaan lahan dan perizinan dalam rangka percepatan pencapaian target 35.000 MW ini. (Sam)