Foto: Ist

BPJS Kesehatan dan Dharma Wanita Teken MoU Optimalkan JKN-KIS

11 Oktober 2017

Moneter.co.id - BPJS Kesehatan bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan terkait optimalisasi penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Dengan sinergi ini, Dharma Wanita diharapkan dapat mendukung BPJS Kesehatan mencapai universal health coverage atau cakupan semesta tahun 2019 mendatang.

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Maya Amiarny Rusady mengatakan, Dharma Wanita merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan yang menghimpun dan membina istri Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial. Dengan kondisi tersebut, diharapkan Dharma Wanita memiliki kekuatan yang besar dalam mengajak masyarakat untuk menjadi akselerator dalam mencapai tujuan pemerintah, baik di bidang ekonomi, pendidikan, sosial dan kesehatan. 

"Terdapat beberapa ruang lingkup cakupan Nota Kesepahaman tersebut diantaranya (1) Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional  - Kartu Indonesia Sehat (2) Dukungan Upaya penguatan promotif dan preventif bagi peserta JKN-KIS.  Adapun Nota Kesepahaman ini berlaku untuk jangka waktu 2 (dua) tahun terhitung sejak tanggal 10 Oktober 2017 sampai dengan tanggal 09 Oktober 2019," ujarnya, Selasa (09/10)

Sekedar informasi, hingga 06 Oktober 2017, tercatat sebanyak 182.826.781 jiwa penduduk di Indonesia telah menjadi peserta program JKN-KIS. Hadirnya program JKN-KIS membuat masyarakat yang awalnya takut berobat ke fasilitas kesehatan karena biaya yang besar, menjadi tidak khawatir lagi.

Sesuai dengan road map yang disusun, diharapkan pada 1 Januari 2019 mendatang, seluruh penduduk Indonesia telah tercakup dalam program JKN-KIS serta mendapatkan jaminan kesehatan yang dapat melindungi mereka saat sakit.

“Untuk mewujudkan hal tersebut, BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program JKN-KIS senantiasa berupaya menjalin kerjasama dan memperkuat hubungan kemitraan dengan berbagai pihak, baik dari pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan, keagamaan dll, sehingga implementasi program JKN-KIS di lapangan dapat berjalan lancar,” kata Maya.

Maya berharap, nota kesepahaman tersebut juga dapat menjadi awal kerjasama yang baik antara BPJS Kesehatan dengan Dharma Wanita se-Indonesia untuk bersinergi meningkatkan derajat kesehatan para Dharma Wanita dan seluruh rakyat Indonesia melalui penyediaan jaminan kesehatan dalam program JKN-KIS.


(HAP)