Ilustrasi | Foto: Ist

Bangun Wisata Teluk Nipah, Tiga BUMN Ini Bersinergi

14 Nopember 2017

Moneter.co.id - Tiga BUMN yakni, PT Perkebunan Nusantara VII (PTPN VII), PT PP (Persero) Tbk dan PT Patra Jasa menjalin nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) untuk pembangunan dan pengoperasian Kawasan Wisata Teluk Nipah di Lampung.

Direktur Keuangan PT PP Agus Purbianto mengatakan tujuan dari kerja sama ini untuk mengoptimalkan aset yang dimiliki oleh PTPN VII di kawasan Teluk Nipah, Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, seluas 820,47 hektare (ha).

“Pengembangan kawasan wisata ini dinilai berpeluang positif pasalnya tersedia akses jalan provinsi, Pelabuhan Bakauheni, ditambah pada 2018 akan ada tol yang sudah selesai digarap untuk memudahkan akses menuju kawasan tersebut,”ucap Agus.

Selain itu, lanjut Agus kondisi alamnya dinilai mendukung kegiatan pariwisata. "Karena ini wisata ya (nantinya) banyaknya resort serta nanti akses dari Tol Lampung ke situ. Otomatis supaya menggerakkan wisatawan atau traffic nantinya otomatis kita akan bangun infrastruktur yang mengarah ke objek tersebut," ujarnya, Senin (13/11).

Adapun dalam kerja sama ini, PTPN VII selaku pemilik lahan dan pemegang izin. Kemudian PT PP selaku pengembang dan kontraktor. Sementara Patra Jasa selaku pengelola kawasan wisata Teluk Nipah.

"Jadi masing-masing pihak akan berkolaborasi untuk menyusun FS (feasibility study). Dari FS itu nanti alternatif dan kemungkinan pengembang-pengembang seperti apa yang akan kita kembangkan di sini. Masing-masing nantinya PTPN VII sebagai penyedia lahan, PP sebagai pengembang sekaligus kontraktor, Patra Jasa yangoperate," ujarnya.

Untuk masalah pendanaan, PT PP masih belum mau menjelaskan lebih lanjut. Menurut dia terlalu dini untuk menentukan besaran nilai investasi yang digelontorkan untuk proyek tersebut.

Ketiga BUMN ini juga masih melakukan penghitungan nilai kebutuhan investasi. "Tergantung hasil kajian. Tentunya kita akan berkomitmen sukseskan program pengembangan kawasan di Nipah ini," jelasnya.

Menurut Agus, perseroan masih melihat potensi di luar pariwisata. Di kawasan tersebut, menurut dia, terdapat potensi sumber daya alam (SDA) yang bisa digunakan untuk bahan baku melalui anak usahanya yakni PP Urban.

"Kita lihat potensi dari daerah itu seperti apa nantinya apa yang bisa kita kembangkan di sana. Juga ada di situ kawasan itu ada sumber daya selain pariwisata itu batu. Itu bisa kita gunakan untuk PP Urban karena kita juga dekat di Lampung ada pabrik yang pastinya juga butuh bahan baku dari batu itu.

“Nanti kita lihat potensinya apa yang ada di sana," tutupnya. (HAP)