Logo PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X

Tahun Ini, PTPN X Optimis Kantongi Laba Rp 10 Miliar

04 Desember 2017

Moneter.co.id - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X optimistis memperoleh laba kisaran Rp10 miliar pada tahun ini. Ini dikarenakan perseroan telah melakukan efisiensi sejumlah komponen di perusahaan.


"Saat ini, laba kami sebelum pajak sekitar Rp5 miliar. Kalau sudah dikurangi pajak, bisa-bisa tidak untung. Tapi akhir tahun ini kami yakin tetap untung,” kata Direktur Utama PTPN X, Dwi Satriyo Annurogo di Surabaya, Senin (04/12).

Dwi mengatakan, optimisme perolehan laba merupakan hal yang lebih baik, sebab tahun 2016 PTPN X merugi. “Kinerja tahun lalu perusahaan merugi sekitar Rp155 miliar, akibat kurang efisien ditambah produktifitas yang menurun,” ujarnya.

Dwi menyebut, tahun lalu produksi gula mencapai 380.403 ton, dan tahun ini berkurang menjadi 342.410 ton akibat pasokan bahan baku tebu berkurang, karena luasan lahan tebu yang menyusut. “Penyusutan akibat alih fungsi lahan,” jelasnya.

Di antaranya di Sidoarjo, dimana sejumlah lahan tebu di daerah ini beralih fungsi menjadi perumahan dan diganti dengan komoditas yang lain.

Sementara itu, ia optimistis kinerja akan terus meningkat karena juga telah melakukan kerja sama dengan Perhutani untuk pengadaan lahan tebu yang baru seluas 5.661 hektare dan tersebar di Blitar, Mojokerto, Jombang dan Bojonegoro.

“PTPN X masih mengandalkan pasokan bahan baku tebu dari petani dengan kontribusi mencapai 95 persen,” ucapnya.

Untuk rendeman, kata dia, rata-rata mencapai 7,92 persen, dan rendemen tertinggi dicapai di Pabrik Gula Mojopanggung, Tulungagung. "Kami berusaha meningkatkan efisiensi untuk meningkatkan pendapatan perusahaan," lanjut Dwi.


Sementara, Sekretaris Perusahaan PTPN X, Adi Santoso mengatakan, untuk bantuan yang diberikan kepada korban bencana di Bali dan Pacita adalah berupa makanan, minuman dan segala macam pakaian seperti selimut dengan nilai sekitar Rp87 juta.

"PTPN X juga mengirim relawan untuk memberi bantuan secara langsung di lokasi bencana. Nanti kalau ada kebutuhan untuk tenaga medis, kami juga akan datangkan tenaga medis. Bantuan ini hanya tahap pertama," tutup Adi. (SAM)


TERKINI