Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Cornelis

Nilai Investasi Tiongkok ke Kalbar Capai USD 100 Juta

05 Desember 2017

Moneter.co.id - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Cornelis menyatakan hingga saat ini, nilai investasi asing dari Tiongkok yang masuk ke provinsi itu sudah mencapai lebih dari US$100 juta.

"Dari nilai investasi Tiongkok yang masuk ke Kalbar saat ini sudah mencapai US$100 juta lebih," kata Cornelis, Senin (04/12).

Cornelis menjelaskan, investasi di Kalbar sepertinya masih menjadi daya tarik investor luar negeri, karenanya salah satu negara maju di Asia, yakni Tiongkok, yang memang sudah sejak lama berinvestasi di Kalbar.

"Untuk itu, kita kembali membuka peluang, sehingga Atase Perdagangan Tiongkok Mr Wang Liping, sengaja berkunjung ke Kalbar untuk melihat secara nyata bagaimana peluang investasi di Provinsi paling Barat Pulau Kalimantan ini," katanya.

Sementara itu, Wang Liping mengaku sudah beberapa kali datang ke Kalbar. Misalnya pada peresmian Jembatan Pak Kasih Tayan, bahkan pria yang tidak bisa berbahasa Indonesia itu melalui penterjemahnya mengaku kagum dengan pidato yang hebat dari Gubernur Kalbar Cornelis ketika peresmian jembatan terpanjang di Pulau Kalimantan.

"Ke depan investasi Tiongkok di Kalbar akan lebih tinggi. Kalbar kaya sumber daya alam, perikanan, pertambangan yang masih bisa," tuturnya.

Menurutnya, Pemprov Kalbar membuka peluang investasi bagi investor misalnya PT WHW AR di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, di bidang tambang bauksit dan pengolahannya. "Modalnya dari Tiongkok, akan menyusul lagi investor dari perusahaan Jing Jiang dari Shanghai. Ini sedang dipersiapkan, " kata Cornelis.


Cornelis berharap agar investasi Jing Jiang yang sudah disepakati dan mulai awal tahun sudah dapat berjalan.

Disamping itu, Provinsi Kalbar juga masih banyak memiliki peluang-peluang investasi yang dapat dikembangkan bersama-sama investor dari Tiongkok.

Peluang invetasi yang dapat dikembangkan diantaranya, di sektor kelautan, perikanan, di sektor pertanian, perkebunan maupun sektor perkayuan walaupun sudah banyak pemegang HPH yang bangkrut namun peluang dapat dibangun kembali.

"Demikian juga dengan industri minyak sawit (CPO) karena pelabuhan internasional di Kijing Mempawah sebentar lagi dibangun sehingga akan memudahkan ekspor CPO langsung ke negara tujuan," ucap Cornelis. (HAP/Ant)


TERKINI