Foto: Ist

Lewat Early Access Program, Sophos Tambah Kemampuan Deep Learning pada Intercept X

05 Desember 2017

Moneter.co.id - Sebuah perusahaan pemimpin global dalam teknologi keamanan jaringan dan Endpoint, Sophos (LSE: SOPH), hari ini, Selasa (05/12) mengumumkan bahwa teknologi deep learning untuk mendeteksi malware sudah tersedia melalui Intercept X Early Access Program. Kemampuan deep learning tersebut dikembangkan dengan menggunakan teknologi dari Invincea, yang diakuisisi oleh Sophos pada bulan Februari 2017.

Pertama kali dirilis pada bulan September 2016, Sophos Intercept X adalah produk keamanan endpoint generasi lanjut yang mampu menghentikan zero-day malware, memblokir semua teknik eksploitasi yang dikenali dan mencakup fitur anti-ransomware canggih yang dapat menghentikan beragam jenis ransomware baik yang diketahui maupun tidak diketahuihanya dalam hitungan detik.

Melalui platform manajemen cloud-based Sophos Central, Intercept X dapat diinstalasi bersama-sama dengan perangkat lunak keamanan endpoint dari vendor manapun, sehingga dapat dengan cepat meningkatkan perlindungan endpoint dengan menghentikan kode berbahaya sebelum kode tersebut menimbulkan kerugian.

Deep learning adalah cabang pembelajaran mesin dan kecerdasan buatan yang memanfaatkan jaringan syaraf buatan untuk membangun model yang melakukan prediksi dengan kecepatan, skala, dan penilaian yang melebihi kemampuan manusia.

Jaringan saraf dalam Intercept X dilatih menggunakan ratusan juta sampel untuk mendeteksi file berbahaya, mungkin berbahaya, maupun yang tidak berbahaya. Deep learning lebih efektif daripada pendekatan pembelajaran mesin tradisional karena rangkaian skala latihan yang dilakukan lebih besar, modelnya lebih kecil, dan kemampuan deteksi yang lebih efektif.

"Keefektifan Intercept X terbukti dengan perlindungan yang diberikan untuk pelanggannya secara proaktif selama merebaknya wabah WannaCry, dan sekarang kami bisa melakukan deteksi zero-day malware pada tingkat selanjutnya," kata Dan Schiappa, General Manager dan Senior Vice President dari kelompok Enduser dan Network Security di Sophos disiaran persnya, Selasa (05/12)

Dan Schiappa menjelaskan, Intercept X lebih canggih daripada pembelajaran mesin konvensional, sistem deep learning Sophos dapat mencapai ratusan juta contoh pelatihan, yang berarti teknologi kita dapat 'menghafal' pemetaan ancaman sebagai bagian dari proses pelatihannya.

Hal ini secara dramatis dapat meningkatkan hasil deteksi untuk jenis malware baru dan unik tanpa adanya false-positive yangbiasanya dihasilkan produk lain. Inilah langkah selanjutnya dalam penerapan teknik deep learning di seluruh portofolio kami.

“Pelanggan kami yang masuk dalam early adopter telah menggunakan pendeteksian yang disempurnakan ini, dan sekarang kami memperluas akses ke teknologi ini melalui Intercept X Early Access Program," ucapnya.

Fitur tambahan untuk Intercept X tersedia melalui program akses awal meliputi, mitigasi hacker  aktif, penguncian aplikasi tingkat lanjut, dan pencegahan eksploitasi yang sudah disempurnakan. (SAM)


TERKINI