Foto: Ist

BPJS Kesehatan Sebut Dari 9,4 Juta Jiwa, Baru 7,2 Juta Warga Sulsel Terdaftar JKN

21 Desember 2017

Moneter.co.id - BPJS Kesehatan mencatat sebanyak 7,2 juta warga Sulawesi Selatan telah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun bila dipersentasekan, realisasi baru sekitar 76%. Seperti diketahui, total penduduk Sulsel mencapai 9,4 juta jiwa. Itu artinya masih ada 2,2 juta warga yang belum ter-cover JKN.

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sulselbartra dan Maluku, I Made Puja Yasa mengatakan, berdasarkan data terakhir, angka partisipasi warga Sulsel untuk program JKN mencapai 76 persen atau setara 7,2 juta orang. Ya tersisa 2,2 juta warga lagi yang belum terdaftar dan itu kami upayakan untuk segera bisa tercover.

I Made mengaku optimistis sebelum 1 Januari 2019, seluruh warga Sulsel telah terdaftar sebagai peserta JKN. Toh, perkembangan partisipasi Sulsel terbilang cukup baik dan signifikan. "Saya yakin Sulsel lebih awal memenuhi target. Karena capaian kita di atas angka nasional yang baru 73 persen. Lagi pula, berbagai upaya sekarang sedang dilakukan," ujarnya di Makassar, Kamis, (21/12).

Menurutnya, berbagai strategi untuk mendongkrak partisipasi warga dalam program JKN berupa advokasi ke pemerintah daerah. Pihaknya telah menemui Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, dan sejumlah kepala daerah lainnya.

Pada dasarnya, lanjut I Made pihaknya mengingatkan terkait peran pemerintah daerah dalam mendorong program JKN yang merupakan nawacita Presiden Jokowi.

I Made menjelaskan, kesuksesan program JKN bukan hanya tanggungjawab BPJS Kesehatan. Terlebih, setelah terbitnya Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2017 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program JKN. Regulasi itu mengatur peran dan tanggungjawab berbagai pihak, mulai dari kementerian hingga kepala daerah terkait program kesehatan tersebut.

"Inpres Nomor 8 Tahun 2017 itu bukti keseriusan Presiden Jokowi. Nah, aturan itu sudah kami lakukan penyampaian dan beberapa daerah sudah komitmen untuk memastikan warganya tercover program JKN per 1 Januari nanti," tutup I Made.

 

(HAP)


TERKINI