Ilustrasi | Foto: Ist

Asperindo: Tarif Batas Bawah Jasa Pengiriman Akan Ditetapkan

24 Desember 2017

Moneter.co.id - Kalangan pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) berencana ingin membuat acuan sesama perusahaan jasa kurir. Hal ini dikarenakan adanya persaingan industri jasa pengiriman ekspres yang semakin ketat, serta diikuti dengan perang tarif dari masing-masing perusahaan.


Ketua Umum Asperindo Mohamad Feriadi mengatakan, acuan yang dimaksud yakni penentuan batas bawah tarif pengiriman untuk menghindari persaingan yang tidak sehat.

"Kalau ada banting-bantingan harga yang diuntungkan costumer, tapi perusahaan dirugikan. Dulu penetapan tarif batas bawah pernah diberlakukan. Namun, belakangan sudah tidak dijalankan lagi," ujarnya, Minggu (24/12).
 
Feriadi ingin mengusulkan kembali pemberlakuan tarif batas bawah. Salah satu hal yang menjadi alasan perlunya acuan tersebut adalah hadirnya perusahaan jasa kurir baru. 
Perusahaan baru tersebut memiliki kemampuan teknologi, sehingga lebih efisien. 

"Akibatnya, harga yang ditawarkan kepada customer juga jauh lebih murah. Sedangkan pemain lama sudah terlanjur punya beban biaya yang tinggi sehingga sulit menekan harga," jelasnya. 

Feriadi menilai, jika hal ini tidak dicarikan solusi maka akan merugikan pemain lama. Karena itu, dia meminta anggota Asperindo mau beralih menggunakan teknologi. 

Sementara, pengamat jasa pengiriman ekspres dan e-commerce Tony Winarno menilai, praktik persaingan harga yang tidak sehat terjadi di jasa kirim e-commerce, yang dibahasakan dengan bakar duit. "Hal itu sungguh jauh dari semboyan Asperindo yakni Bersaing Namun Bersanding," kata Tony.
 
Tony mengusulkan, harga acuan sesuai produk di antaranya, Express-Time Definite, produk JNE dikenal Super Speed (SS) dan Yes, Express-Day definite, produk JNE di sebut Regular, Economy Express-Non Urgent shipment, JNE disebut OKE. "Kami sangat mendukung gagasan Ketua DPP Asperindo tentang harga acuan perusahaan jasa kurir," tegas Tony.

 

(HAP/Snd)


TERKINI