Dirut BTN Maryono | Foto: Ist

BTN Buka Kantor Cabang Syariah di NTB

10 Januari 2018

Moneter.co.id - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) melakukan perluasan bisnis dengan membuka Unit Usaha Syariah (UUS) di Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal ini seiring positifnya perkembangan bisnis tersebut.

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, NTB memiliki potensi pertumbuhan ekonomi syariah yang sangat menjanjikan. Oleh karena itulah perseroan membuka kantor cabang syariah (KCS) di daerah berjuluk Negeri Seribu Masjid ini.

"Kami membuka kantor cabang syariah di kota Mataram tempat 1000 masjid ada di sini. Sudah pasti ini menjadi pertimbangan serius manajemen mengapa pada akhirnya Mataram menjadi kantor cabang syariah Bank BTN ke-24 yang tahun ini kita resmikan," katanya di sela peresmian Kantor Cabang BTN Syariah di Mataram, Selasa (09/01).

Maryono menjelaskan, potensi laju pertumbuhan ekonomi di NTB tumbuh sangat positif dan di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yaitu sebesar 5,28%.

“Pertumbuhan ekonomi yang baik ini berdampak pada sektor perbankan khususnya perbankan syariah di NTB,” ujarnya.

Hingga triwulan III/2017, tercatat 42 outlet perbankan syariah dengan total aset mencapai Rp3,34 triliun, dimana Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terkumpul senilai Rp1,62 triliun sedangkan, pembiayaan yang diberikan kepada masyarakat sebesar Rp2,87 triliun.

"Pertimbangan itu menjadi dasar Bank BTN untuk membuka kantor cabang syariah di Mataram," ungkap Maryono. 

Ia menjelaskan, Bank BTN mempunyai komitmen dengan kehadiran BTN Syariah Kantor Cabang Mataram dapat memberikan layanan yang cepat kepada mayarakat tanpa birokrasi panjang. 

"Sekarang sudah bukan lagi sebagai unit layanan yang melekat di kantor cabang BTN konvensional, tetapi sudah menjadi kantor cabang BTN syariah penuh," ucap Maryono. 

BTN Syariah Mataram nantinya juga akan mendapatkan tugas membantu masyarakat di wilayah ini untuk memiliki rumah melalui layanan BTN iB. Wilayah NTB melalui kota Mataram sudah pasti termasuk menjadi salah satu pintu yang diharapkan dapat memberikan dukungan untuk Program Satu Juta Rumah. 

Maryono menuturkan, pengalaman lebih dari 41 tahun dalam memberikan pembiayaan KPR konvensional maupun KPR iB akan menjadi modal yang tidak dimiliki oleh bank lain dalam menggenjot KPR.

"Dengan kompetensi dan pengalaman kami dalam memberikan pembiayaan perumahan maka hal ini akan menjadi modal strategis yang akan dimanfaatkan KCS Mataram untuk dapat memenuhi kebutuhan kepemilikan rumah dengan prinsip syariah bagi masyarakat di wilayah kota Mataram dan sekitarnya," tegasnya.

Adapun BTN Syariah secara nasional mencatatkan kinerja positif sampai dengan akhir Desember 2017. Secara umum kinerja UUS BTN diperkirakan akan berada di atas rata-rata industri seperti aset diperkirakan akan tumbuh sekitar 29%.

Kemudian penghimpunan DPK juga diperkirakan meningkat sekitar 24%. Pembiayaan juga diperkirakan tumbuh sekitar 26 persen dan Laba UUS BTN juga diperkirakan naik sekitar 28%. 


TERKINI