Logo BTN. | Foto: Ist,

Selama Berdiri, Bank BTN Telah Gelontorkan Kredit Hingga Rp 437 Triliun

12 Februari 2018

Moneter.co.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengklaim telah menyalurkan kredit sekitar Rp 437 triliun selama 68 tahun perseroan berdiri.

Sejak kali pertama mengucurkan kredit ke masyarakat yaitu pada 1976, total kredit yang digelontorkan tersebut telah dinikmati oleh hampir 4,5 juta masyarakat Indonesia.

Kredit tersebut berdampak kepada banyak lini industri, terutama sektor perumahan. Alhasil sektor lain yang bersinggungan dengan pembiayaan perumahan yang disalurkan Bank BTN ikut terkerek naik. Sebagai agent of development, Bank BTN ikut andil menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional.

"Core business Bank BTN adalah pembiayaan perumahan dan industri turunannya. Ini telah dijalankan perseroan sejak 1976. Kami bangga telah menjadi bagian dari BUMN di dalam negeri yang ikut mempunyai andil dalam pembangunan ekonomi bangsa," kata Direktur Utama Bank BTN Maryono, usai mengikuti kegiatan funwalk dalam rangka HUT ke-68 Bank BTN bersama Menteri BUMN Rini Soemarno di Jakarta, Minggu (11/2). 

Peran Bank BTN dalam mendukung program pemerintah untuk memenuhi kebutuhan rumah rakyat tidak dapat dipungkiri. Selama mengawal program rumah untuk rakyat tersebut, peran Bank BTN selalu paling signifikan.

"Walaupun peran itu didistribusikan kepada seluruh bank, tetapi porsi Bank BTN selalu mendominasi lebih dari 95 persen. Hal tersebut merupakan bukti nyata bahwa sejak awal BTN berdiri memang sudah siap untuk memberikan dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan papan bagi rakyat," jelas Maryono

Penjelasan dia, Bank BTN terhitung konsisten dengan core business yang dianut. Pembiayaan rumah sudah menjadi pilihan bisnis utama perseroan dan terbukti membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat, ekonomi nasional maupun perusahaan.

"Kami bersyukur karena seluruh masyarakat Indonesia menerima kehadiran Bank BTN dan memberikan dukungan sehingga sampai hari ini perseroan tetap eksis dan tumbuh menjadi perusahaan yang besar dan sehat," ujar dia. 

Menurut dia, Bank BTN sudah menjadi bagian dari bank terbesar di Indonesia. Saat ini BTN sudah masuk pada urutan keenam bank terbesar di Indonesia berdasarkan aset. Perseroan optimistis dalam waktu dekat BTN akan naik kelas menjadi nomor lima sebagai bank terbesar di Indonesia.

Maryono menambahkan, perseroan akan terus berkarya untuk membawa Bank BTN lebih baik dan memegang komitmen memberikan dukungan untuk  program satu juta rumah yang diinisiasi oleh Presiden RI.

“Ini penting dan menjadi tugas kita bersama untuk bagaimana masalah terkait rumah rakyat dapat segera diselesaikan secara bersama,” tambahnya.    

Sementar itu pada acara perayaan HUT, funwalk yang digelar Bank BTN  diikuti oleh lebih dari 6.800 peserta yang berasal dari perwakilan pegawai dan keluarga seluruh Indonesia.

Funwalk mengambil rute berjarak tempuh 6,8 km. Selain itu BTN juga melakukan revitalisasi museum perseroan. Pada kesempatan yang sama BTN juga meluncurkan portal baru bernama https://rumahmurahbtn.com untuk menjual aset-aset properti untuk umum, di antaranya rumah lelang, rumah bekas, apartemen, dan sebagainya. 

Adapun aset properti yang dijual tersebut merupakan agunan dari debitur kredit konsumer maupun kredit komersial. Situs https://rumahmurahbtn.com maupun aplikasi rumah murah BTN akan mempermudah konsumen untuk mencari aset yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya.

Ini sekaligus sebagai upaya perseroan dalam perbaikan kredit bermasalah sekaligus  mendongkrak laba. BTN telah melakukan recovery aset dengan penjualan pada 2017 mencapai hampir 18 ribu unit dengan nilai kurang lebih Rp 1,7 triliun.

“Jadi portal ini melengkapi portal kami sebelumnya yaitu www.btnproperti.co.id yang makin dipercaya konsumen untuk memproses KPR. Harapannya bisa semakin sukses seperti portal tersebut,” kata Maryono.

Reporter: Sam



TERKINI