Jagung

Fadel Muhammad: Tolak Impor Jagung

13 Februari 2018

Moneter.co.id - Kementerian Pertanian (Kementan) berharap rencana impor jagung dibatalkan. Pasalnya, saat ini produksi jagung nasional cukup melimpah.

"Jangan cepat-cepat impor jagung, pakai dahulu yang kita punya," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Agung Hendriadi, Selasa, (13/02).

Agung mengatakan, produksi jagung nasional tahun ini sekitar 23 juta ton. Sedangkan kebutuhan jagung untuk bahan baku pembuatan pakan dan lainya hanya sekitar 19 juta ton.

Dengan begitu, jagung nasional surplus sekitar empat juta ton. "Pemerintah juga harus punya cadangan jagung di pusat dan daerah. Minimal 8%. Kalau lebih, ya kita ekspor," ujar Agung.

Agung kembali meminta dan berharap agar tidak ada niatan impor jagung. Dia tak ingin jagung lokal selalu dianaktirikan, meski belum mampu bersaing dengan produk luar, khususnya soal harga.

"Mahal sedikit tidak masalah, toh jagung produksi sendiri kan. Jangan di luar lebih murah, beli terus di luar, jangan begitu lah," sebut Agung.

Senada, mantan Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad juga menolak rencana impor jagung. "Ada permainan komisi di sana, itu jahat," kata Fadel.

Fadel heran dengan rencana impor jagung, karena saat ini produksi jagung nasional cukup menjanjikan, bahkan mampu ekspor ke beberapa negara.

"Kami di sini mau ekspor, kok di sana ada yang ingin impor. Saya mendukung kerja keras Mentan Amran Sulaiman, yang tidak lelah turun ke lapangan, tolak impor, kita tidak butuh impor," tegas Fadel.

(HAP)


TERKINI