Ilustrasi E-Commerce Logistics

Temasek Gelontorkan Rp 11,5 Miliar Untuk E-Commerce Logistics di Indonesia

12 Maret 2018

Moneter.co.id - Temasek Foundation International Singapore akan menggelontorkan dana sekitar SGD1,1 juta atau setara dengan Rp11,5 miliar untuk mendanai program pengembangan kapasitas (capacity building) sumber daya manusia (SDM) dalam e-commerce logistics di Indonesia.

Dana sebesar Rp11,5 miliar diterangkan bakal terbagi untuk program capacity building di bidang e-commerce logistics dengan Singapore Cooperation Enterpris dan Kemenko bidang Perekonomian. 

Kerja sama dengan Kemenko Perekonomian itu merupakan bagian dari implementasi roadmap e-commerce di Indonesia. 

Temasek menjadi donatur dalam program yang melibatkan dua institusi dari Singapura, yakni Singapore Cooperation Enterprise (SCE) dan Republic Polytechnic Singapore (RP).

Sedangkan lainnya, program capacity building untuk pendidikan teknis dalam manajemen rantai pasok (supply chain management) digarap antara Republic Polytechnic Singapore dengan Kemenristekdikti.

"Dengan kantor Menko SGD620.899. Kemudian dengan Kemenristekdikti SGD482.120," kata Deputi bidang Koordinasi Perdagangan dan Industri Kemenko bidang Perekonomian Elen Setiadi di Jakarta, Senin (12/3)

Elen menambahkan, kerjasama ini menjadi sebuah pembelajaran untuk Indonesia mengenai pengembangan kapasitas di bidang e-commerce logistics. Mengingat, Singapura merupakan salah satu negara yang mahir dalam bidang tersebut.

"Kita lebih banyak untuk belajar dengan mereka. Bentuknya macam-macam workshop dan sebagainya. Mereka menyediakan tenaga ahli. Intinya adalah kita mengadakan untuk semacam wokrshop capacity building baik dari BUMN, atau kementerian dan lembaga yang berkaitan dengan logistic e-commerce," ucapnya.

Elen mencontohkan, melalui kerja sama ini pemerintah ingin mengubah PT Pos Indonesia (Persero) agar dapat menjadi tulang punggung (backbone) dari logistic e-commerce di Indonesia. “Pasalnya, bisnis e-commerce membutuhkan ketepatan waktu, biaya dan lainnya,” ucapnya

"Misalnya bagaimana mengubah PT Pos dari sekarang PT Pos biasa menjadi pendukung atau backbone dari logistic e-commerce. Karena e-commerce mensyaratkan ketepatan waktu biaya, kemudian juga dan lainnya," tandasnya.

 

(HAP)


TERKINI