Gedung Waskita Karya

Sering Terjadi Kecelakaan Kerja, Direksi Waskita Karya Bakal Dirombak

13 Maret 2018

Moneter.co.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengirimkan surat rekomendasi kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait sanksi pada beberapa perusahaan BUMN Karya yang mengalami kecelakaan kerja.

Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S Atmawidjaja mengatakan, perusahaan yang akan dijatuhkan sanksi adalah PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Virama Karya (Persero). “Hanya Waskita menjadi satu-satunya perusahaan yang direkomendasikan hingga sanksi perombakan direksi,” katanya, Selasa (13/3).

Endra mengatakan, Waskita sudah berturut-turut terjadi kejadian kecelakaan kerja dalam beberapa bulan terakhir. Termasuk yang video viral itu (girder proyek Pemalang-Batang), kita aja lihatnya sangat kecewa. Kan itu investasi, walaupun bukan uang rakyat ya. Tapi kan sebetulnya disayangkan.

Dalam surat rekomendasi tersebut, ada beberapa poin yakni perbaikan dan peningkatan pengawasan dari perusahaan-perusahaan konstruksi, serta memperhatikan kualitas material.

Selain itu, jelas dia, direkomendasikan juga agar bagian pengawasan proyek konstruksi bisa memiliki direksi tersendiri. “Tingkat divisi mungkin ada, tapi enggak ada yang direktur. Kalau di kita kan ada fungsi K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) di tingkat eselon 3 misalnya, kalau di sana bagaimana? Kalau memang ada di direksi itu harusnya (posisinya) seperti Direktur Operasional atau Direktur Keuangan,” paparnya.

Endra mengatakan, hingga saat ini, surat rekomendasi tersebut masih belum ditandangani Kementerian BUMN.

Menurutnya, keputusan akhir tetap berada di Kementerian BUMN, pasalnya Kementerian PUPR hanya persoalan teknis saja. "Ini sifatnya rekomendasi saja. Dari kami pure (murni) berdasarkan teknis, karena mereka (Kementerian BUMN) yang punya kemampuan untuk melihat secara keseluruhan. Secara psikologis mereka yang rasakan,” pungkasnya.

 

(HAP)


TERKINI