Ilustrasi saham Apple

Pasca Akuisisi Texture, Saham Apple Tembus USD 925 Miliar

13 Maret 2018

Moneter.co.id - Saham Apple mencatatkan rekor level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Senin (12/3) kemarin saat pertengahan perdagangan. Untuk pertama kalinya, nilai kapitalisasi pasar Apple melampaui US$925 miliar. 

Dikutip dari CNBC, Selasa (13/3), harga saham Apple ditutup di posisi US$181,40- naik kurang dari 1% - namun sempat melewati US$ 182 per saham di intraday. Hal ini mendorong nilai kapitalisasi pasarnya mencapai US$925,4 miliar, sebelum ditutup di posisi US$922 miliar atau Rp12.447 triliun. 

Sebagai perbandingan dengan perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham dengan kapitalisasi pasar terbesar dipegang PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan mencatatkan nilai kapitalisasi pasar US$41,86 miliar atau Rp565 triliun (per 19 Februari 2018).

 Di Asia Tenggara, perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar dipegang DBS Bank sekitar US$55,23 miliar. 

Gabungan semua perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini memiliki kapitalisasi pasar kurang dari Rp7.500 triliun saat cetak rekor di level 6.689,29 pada 18 Februari lalu. Di awal tahun kapitalisasi pasar BEI mengalami kenaikan 0,11% ke posisi Rp7.060,81 triliun dari posisi di akhir tahun lalu sebesar Rp7.052,38 triliun. 

Pergerakan naik saham Apple menjadikan kapitalisasi saham Apple unggul lebih dari US$100 miliar dari perusahaan terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, Alphabet (induk Google), serta lebih dari US$150 miliar di mengungguli Amazon.

Kapitalisasi Apple menjadikan perusahaan yang didirikan Steve Job sebagai perusahaan dengan nilai tertinggi di bursa Wall Street. 

Pada Senin, Apple mengumumkan pihaknya telah mengakuisisi Texture, layanan berlangganan majalah digital yang membebankan para penggunanya US$9,99 per bulan agar bisa membaca lebih dari 200 majalah di sebuah aplikasi. 

Beberapa layanan publikasi yang tersedia meliputi People, Vanity Fair, Esquire, Good Housekeeping, dan GQ. Majalah-majalah ini bisa diunduh dan dibaca secara offline.

 

 

(HAP)


TERKINI