Logo Indocement

Strategi Indocement Bersaing di Pasar Semen

20 Maret 2018

Moneter.co.id - PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk mulai mengembangkan varian produk kedua (second brand) untuk mempertahankan pendapatan di tengah persaingan bisnis semen yang ketat di pasaran.

Corporate Secretary Indocement Tunggal Prakasa Antonius Marcos mengatakan, melalui brand Rajawali pihaknya berharap dapat semakin mendongkrak kinerja pendapatan.

"Semen Rajawali kita produksi untuk menambah pilihan konsumen terhadap semen berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau," jelas Antonius, Senin (19/3).

Dengan harga jual yang lebih murah sekitar Rp 10.000 dibandingkan semen utama Indocement merek Tiga Roda, diharapakan semen yang di produksi di Citeureup dan Cirebon tersebut dapat diterima di pasaran.

Saat ini volume penjualan semen Rajawali masih kecil, yakni di kisaran 2% dari total volume produksi semen Indocement. Namun, bila permintaan pasar terhadap semen ini terus bertambah Indocement tidak ragu untuk meningkatkan produksinya. Informasi saja, saat ini total kapasitas terpasang pabrik semen yang dimiliki Indocement hampir mencapai 25 juta ton per tahun. 

Selain itu, Indocement juga mulai memasarkan semen jenis terbaru yaitu, slag semen. Kemudian, pasar penjualan juga diperlebar, yakni dengan meningkatkan ekspor untuk produk semen dan clinker.

Peningkatan produksi dan perluasan pasar domestik tidak ketinggalan dilakukan Indocement. Yakni, dengan meresmikan terminal semen ke delapan yang berada di Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel) pada Senin (19/3) berkapasitas 500.000 ton semen per tahun.

 

(HAP)


TERKINI