Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Arlinda

Misi Dagang Kemendag ke Taiwan Catat Potensi Transaksi USD 30,7 Juta

25 Maret 2018

Moneter.co.id - Para pelaku usaha Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 30,7 juta pada one on one business matching yang berlangsung Jumat (23/3) hingga Minggu (25/3) di Taiwan. One on one bussiness matching merupakan rangkaian misi dagang Kementerian Perdagangan (Kemendag) ke Taiwan. Jasa tenaga kerja mendominasi potensi transaksi tersebut.

“Kontribusi terbesar terhadap potensi transaksi datang dari sektor jasa tenaga kerja dengan nilai lebih dari USD 15 juta. Terbesar kedua adalah investasi USD 9,5 juta, diikuti perdagangan barang sebesar USD 6,2 juta,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Arlinda yang memimpin misi dagang ini.

Protensi tersebut akan terus bertambah karena masih ada pertemuan B-to-B antara pelaku usaha Indonesia dengan Taiwan pada kegiatan Indonesian Week hari ini.

Produk-produk yang banyak diminati dalam one on one business matching ini yaitu produk perawatan kecantikan, kopi, makanan olahan, jasa tenaga kerja terampil, serta investasi di beragam sektor, yaitu sektor logistik dan pergudangan; industri kosmetik; industri daur ulang kabel; industri daur tembaga; industri alat kesehatan; dan industri jasa coating material.

"Melalui business matching kali ini, diharapkan akan dihasilkan transaksi perdagangan potensial yang kontributif bagi peningkatan nilai perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Taiwan di masa depan," ujar Arlinda.

Dalam kegiatan ini, terdapat potensi proyek investasi pembangunan pabrik atas produk limbah (abu) dari kelapa sawit sebagai bahan baku pembuatan fiber glass untuk badan pesawat terbang oleh Yeu Fong International Technology Corp (Taiwan). Potensi ini akan ditindaklanjuti oleh pihak Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia.

Sementara, transaksi ritel pada pameran Indonesian Week 2018 per hari ini, Minggu (25/3) sebesar USD 33 ribu atau setara Rp449,3 juta. Produk-produk yang diminati untuk ritel adalah furnitur, kopi, makanan dan minuman, perhiasan perak dan mutiara, dan produk kulit.

Kemendag berkomitmen terus memfasilitasi dunia usaha di Tanah Air untuk bekerja sama dengan berbagai mitra dagang Indonesia, salah satunya Taiwan. Kerja sama tersebut menjadi penting karena merupakan upaya meningkatkan perdagangan dan menciptakan iklim usaha yang saling menguntungkan bagi kedua pihak.

Melalui “New Southbound Policy”, Taiwan berusaha menggaet lebih banyak mitra kerja sama. Kebijakan tersebut bertujuan mempererat serta memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan Taiwan dengan negara-negara di kawasan ASEAN, Asia Selatan, Australia, dan Selandia Baru.

"Momentum kebijakan tersebut dapat dimanfaatkan Indonesia untuk mengarah pada kerja sama yang saling menguntungkan, bahkan meningkat," pungkas Arlinda.

 

(HAP)


TERKINI