Ilustrasi | Foto: Ist

Penjualan Naik 5,9 Persen di 2017, Bir Bintang Bagikan Dividen Rp 627 per Saham

20 April 2018

Moneter.co.id - PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) catat pertumbuhan penjualan sebesar 5,9% menjadi Rp 3,04 triliun di 2017. Angka ini naik dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,87 triliun. Hal ini menjadi alasan bagi perseroan untuk membagikan dividen kepada pemegang saham.

Finance Director PT Multi Bintang Indonesia Tbk Eric Mul mengatakan, keputusan untuk membagikan dividen telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan.

”Kami hampir 100% bagi dividennya. Adapun dividen final untuk periode 2017 sebesar Rp 487 per saham yang telah disetujui dalam RUPS. Sementara dividen interim Rp 140 per saham juga termasuk yang telah disetujui," ujarnya di Jakarta, Kamis (19/4).

Sehingga total dividen sebesar Rp 627 per saham, dimana total pembayaran dividen sebanyak Rp 1,32 triliun. Disebutkan, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada tahun 2017 tercatat sebesar Rp 1,32 triliun, naik 34,9% dari tahun 2016 yang sebesar Rp 981,82 miliar. Hampir 100% dari laba bersih tersebut dibagikan kepada 2,1 miliar saham yang dimiliki perusahaan.

Dari sisi kinerja, kenaikan laba bersih perseroan sebenarnya tidak terlepas dari naiknya angka penjualan bersih menjadi Rp 3,38 triliun naik 3,6% dari tahun 2016 yang sebesar Rp 3,26 triliun.

Dengan demikian, laba per saham pun naik menjadi Rp 627 dari sebelumnya Rp 466. Di sisi lain, total kewajiban dan utang perseroan turun tipis menjadi Rp 1,44 triliun dari sebelumnya Rp 1,45 triliun. Utang tersebut terdiri dari utang jangka panjang sebesar Rp 141,05 miliar dan utang jangka pendek sebesar Rp 1,3 triliun.

Tahun ini, lanjut Eric Mul, perseroan optimis penjualan bisa tumbuh dobel digit seiring dengan berkembangnya sektor pariwisata dan startegi perseroan untuk terus mengembangkan produk-produk baru agar dapat diterima di masyarakat.

Sampai saat ini brand bir Bintang tetap menjadi pemimpin pasar dalam segmen utama bir dan dalam nilai penjualan MLBI secara total.

Sedangkan brand Heineken diakui pertumbuhannya makin kuat selama 2017 lalu di segmen premium. "Kami meningkatkan distribusi hingga 10% secara nasional untuk dua tahun berturut-turut, khususnya di kota kota terbesar, sebagai bagian dari strategi akan permintaan konsumen bir premium yang terus meningkat," papar Erik.

Informasi saja, guna meningkatkan penjualan, perseroan juga terus meningkatkan penjualan ekspor dengan membidik negara-negara baru sebagai pasar ekspor.

Sementara, Presiden Direktur Multi Bintang Indonesia, Michael Chin mengungkapkan, pada 2017, perseroan telah memulai ekspor Bir Bintang ke United Kingdom. Sebelumnya, Multi Bintang telah melakukan ekspor ke Australia, Jepang dan Belanda.”Kita akan mengkaji untuk penjualan pasar ekspor dan mencari pasar-pasar baru," ungkapnya.

Adapun nilai penjualan ekspor pada 2017 mencapai Rp36,17 miliar, terdiri dari penjualan bersih ke pihak ketiga ekspor senilai Rp14,76 miliar dan penjualan ekspor ke pihak berelasi Rp21,41 miliar.

Penjualan ekspor MLBI mencatatkan penurunan dari posisi Rp98,26 miliar pada 2016. Penurunan pendapatan MLBI terkena dampak yang parah akibat kerugian volume ekspor ke Timor-Leste.

Hal itu ditengarai karena pemegang saham mayoritas perseroan yakni Heineken N.V., membuka sebuah greenfield brewery dan mulai memproduksi Bintang untuk keperluan konsumsi domestik.

 

 

(HAP)


TERKINI