Ilustrasi | Foto: Ist

Tahun Ini, Prodia Anggarkan Belanja Modal Rp 350 Miliar

24 April 2018

Moneter.co.id - PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 300 miliar-Rp 350 miliar. Dana ini untuk penambahan gerai baru di tahun 2018

”Anggaran tersebut akan banyak digunakan untuk investasi layanan,” kata Dewi Muliaty, Direktur Utama Prodia di Jakarta, Senin (23/4).

Tahun ini, lanjut Dewi, Prodia berencana akan menambah sejumlah outlet. Rinciannya yakni sekitar lima- tujuh laboratorium klinik, menaikkan standar 13 laboratorium klinik menjadi Prodia Health Care (klinik PHC), empat klinik spesialis, lima laboratorium rumah sakit dan minimal 20 outlet point of care (POC).

Dewi mengatakan, penambahan outlet di tahun 2018 memiliki pola serupa dengan tahun sebelumnya. Hingga 2017, Prodia telah memiliki 283 outlet yang tersebar pada 118 kota di 32 provinsi seluruh Indonesia.

Sebagai informasi, perseroan tahun ini bakal menambah 16 outlet baru. Hingga Maret 2018 ini, perusahaan tersebut sudah merealisasikan dua outlet dengan cara bekerjasama dengan rumah sakit dan klinik dokter.

Disebutkan, jenis outlet Prodia yang akan bertambah pada tahun ini bakal bervariasi. Selain laboratorium klinik, mereka akan membuka Prodia Women's Health Centre (PWHC), Prodia Children's Health Centre (PCHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC). Target Prodia adalah menjangkau seluruh segmen pasar di dalam negeri.

"Di awal tahun 2018 ini, kami telah membuka cabang kedua di Bogor pada Januari 2018 dan Sorong, Papua pada Februari 2018,” kata Magdalena Vandry, Head of Investor Relations PT Prodia Widyahusada Tbk.

Dua outlet anyar tersebut melengkapi jumlah gerai Prodia sebelumnya. Sampai dengan tahun lalu, perusahaan berkode saham PRDA di Bursa Efek Indonesia tersebut memiliki 283 outlet dan 136 laboratorium klinik yang tersebar di 119 kota.

 

(HAP)


TERKINI