Emilia Suhaimi

Latih UKM Internasional, LLP KUKM - Kemenlu Bersinergi

25 April 2018

Moneter.co.id - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) melalui Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (LLP-KUKM) bersinergi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dalam memperkokoh kerjasama bidang ekonomi bertajuk ”International Training on Small and Medium Sized Enteprises (SMEs) Empowerment for Asia and Pacific Countries”.  

Forum ini dihadiri 24 pengusaha dari negara Kamboja, Laos, Myanmar, Afganistan, Sri Lanka, Bangladesh, Timor Leste, Fiji, Tongga, Papua New Guinea, Samoa dan Nauru.

“Kami berharap pelatihan ini memberikan dampak nyata kepada peserta dalam menstimulasi ekonomi di negaranya dan kami juga berharap kerjasama ini terus berlanjut untuk membuka pasar antara UKM Indonesia dan UKM peserta pelatihan", kata Emilia Suhaimi, Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) KUKM di Jakarta, Selasa (24/4).

Bagi Indonesia, lanjut Emil, UMKM adalah tulang punggung perekonomian. Hal ini ditandai dari seluruh entitas usaha di Indonesia, 99% adalah UMKM dan mampu menyediakan jutaan lapangan pekerjaan di seluruh negeri.

Dalam forum internasional ini, Indonesia berbagi pengalaman kepada para peserta yang meliputi materi dasar teknik pemasaran, business starter, business finance, packaging, online marketing dan kunjungan ke sentra-sentra UKM di Jawa Barat dan Jakarta.

Selain itu, peserta juga diberikan kesempatan untuk mengembangkan kerja sama di bidang entreprenurships dan usaha kecil dan menengah.

“Peran pemerintah dalam membina dan mengembangkan usaha kecil dan menengah haruslah semakin global, kemajuan teknologi sudah memperdekat jarak antar negara, sehingga diperlukan dukungan sumber daya bagi UMKM agar produk mereka mampu sustain” pungkas Emilia.

Sebelumnya, Puluhan usaha kecil dan menengah Indonesia memamerkan produknya dalam acara Malaysia International Halal Showcase (Mihas) ke-15 pada 4-7 April 2018 di Gedung Malaysian International Trade and Exhibition Centre Kuala Lumpur, Malaysia.

Dengan adanya pameran tersebut, diharapkan promosi produk Indonesia yang berlabel halal makin luas di pasar kawasan hingga dunia. Selain Indonesia, sebanyak 23 negara juga mengikuti pameran tersebut, di antaranya Taiwan, China, dan Palestina.

 

(HAP)


TERKINI