Direksi Standard Chartered Bank Indonesia

Triwulan I/2018, Standard Chartered Bank Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp 341 Miliar

14 Mei 2018

Moneter.co.id - Standard Chartered Bank Indonesia mencatatkan laba bersih sebesar Rp 341 miliar pada triwulan I/2018. Angka tersebut meningkat sebesar 214% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Chief Executive Officer Standard Chartered Bank Indonesia, Rino Donosepoetro, mengatakan, kami meletakkan landasan untuk pertumbuhan bisnis yang jauh lebih baik dengan memformulasikan strategi baru Bank di lima tahun mendatang. Pelaksanaan strategi sejak awal tahun ini menghasilkan perbaikan signifikan dari kinerja keuangan Bank dibanding kuartal I/2017.

“Melihat hasil yang baik tersebut, kami optimistis target kami di tahun ini akan tercapai,” ujar Rino saat memaparkan kinerja keuangan Standard Chartered Bank Indonesia Kuartal I/2018 di Jakarta, Senin (14/05).

Perolehan laba bersih yang meningkat signifikan ditopang oleh beberapa pencapaian aspek keuangan, diantaranya, Total pendapatan bunga bersih Bank meningkat 9%, beban operasional turun hingga 6%, total aset Bank di kuartal I/2018 telah meningkat sebesar 4% y.o.y dengan kualitas aset yang lebih baik. Hal ini ditunjukkan dengan NPL gross yang lebih rendah, yaitu sebesar 3.9% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu, yaitu sebesar 5.8%.

Kemudian, rasio profitabilitas Standard Chartered memperoleh Return on Asets (ROA) sebesar 3.16% dan Return on Equity (ROE) sebesar 16.35%, lalu Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank tumbuh sebesar 12%, dimana porsi sebesar 72% dari DPK Standard Chartered berupa giro dan tabungan (rasio dana murah/CASA).

Sementara, modal dan likuiditas tetap menguat dan dipertahankan diatas peraturan pemerintah dimana Rasio Kecukupan Modal, atau CAR, tercatat sebesar 19,5% dan Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat pada 72,3% di kuartal I/2018.

Anwar Harsono, Chief Financial Officer, Standard Chartered Bank Indonesia, menambahkan, Cost to Income Ratio (CIR) Bank membaik dari 65.3% menjadi 56.6%, hal ini seiring dengan penurunan biaya sebesar Rp 33 milyar dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.

Selain itu, lanjut Anwar, dipengaruhi dengan kenaikan pendapatan berbasis komisi bersih (net fee-based income) sebesar Rp 83 milyar atau meningkat sebesar 24% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Sementara itu, permodalan Bank tetap terjaga sehat di kisaran level 19%.

“Hasil positif tersebut tidak lantas membuat kami berpuas diri. Kami akan terus berupaya terus untuk mencapai hasil maksimal dalam rangka memenuhi tujuan Bank, yaitu mewujudkan kemakmuran dan mendorong tumbuhnya dunia usaha serta mendukung pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Rino.

 

 

(TOP)


TERKINI