Produk Sari Roti | Foto: ist

Dari Laba Bersih Tahun Buku 2017, ROTI Bakal Bagikan Dividen Rp36 Miliar

14 Mei 2018

Moneter.co.id - PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp36 miliar atau sekitar 25% dari laba bersih tahun buku 2017 sebesar Rp145,98 miliar.

Corporate Communications PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, Stephen Orlando mengatakan, keputusan ini telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dan total dividen tunai yang dibagikan sebesar Rp 36 miliar atau Rp 5,82 persaham.

“Pada tahun 2017, perseroan juga telah melaksanakan penawaran umum terbatas I (PUT I) dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dan meraih dana sekitar Rp1,4 triliun yang akan mendukung rencana pengembangan usaha perseroan,” ucapnya di Jakarta, Minggu (13/05)

Tahun ini, lanjut Stephen, perseroan mulai melaksanakan pembangunan dua pabrik baru yang berlokasi di Gresik dan Lampung.

Kedua pabrik itu merupakan realisasi awal atas rencana pengembangan usaha dengan memanfaatkan pendanaan hasil PUT I. “Pabrik-pabrik itu diharapkan dapat mulai beroperasi pada tahun 2019,” ujarnya.

Hal ini menjadi perpanjangan tangan perseroan dalam memproduksi dan mempersembahkan produk halal dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia.

Selain itu, katanya lagi, Sarimonde Foods Corporation yang merupakan entitas anak perseroan telah melaksanakan pembangunan pabrik di Filipina. Pabrik tersebut mulai beroperasi secara bertahap pada semester pertama tahun ini.

Untuk ekspansi selanjutnya, perseroan masih terus mencari segala kemungkinan penjajakan negara baru. Sayangnya belum dijelaskan secara detail negara mana. Untuk komposisi pendapatan mayoritas masih dari produksi dalam negeri. Sedangkan kontribusi dari luar negeri diperkirakan masih kecil.

“Tahun ini perseroan optimistis kinerja perseroan akan tetap membaik dengan penjualan bisa tumbuh double digit atau sekitar 15%,” beber Stephen.

Menjelang lebaran ini, disampaikannya, perseroan ini sudah menyiapkan program penjualan khusus. Hanya saja manajemen belum mau beberkan detailnya.

Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 600 miliar. Sumber dana memanfaatkan juga hasil dari PUT. Dengan rincian Rp 500 miliar digunakan untuk ekspansi, serta sisanya Rp 100 miliar digunakan untuk maintenance 11 pabrik yang sudah dimiliki perseroan.

Selain itu, pada tahun 2018 perseroan menjadi Pemegang Saham mayoritas PT Prima Top Boga (51%) melalui penerbitan saham baru. Adapun PTB merupakan perusahaan yang bergerak di bidang adonan krim.

Untuk kinerja di kuartal I/2018, perseroan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp659 miliar atau meningkat 9,4% dari data pada periode sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih perseroan pada periode itu mencapai Rp29 miliar.

 

 

(HAP)


TERKINI